Polsek Helvetia Berhasil Tangkap Pembuat Ekstasi Palsu

Medan (Media BUSER TIPIKOR)

Rumah yang berada di kawasan jalan Bakti Luhur, lingkungan II, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (14/12), waktu dini hari digrebek oleh tim unit Reskrim Polsek Helvetia. Dari hasil penggrebekan itu polisi menyita 452 butir pil ekstasi yang bernilai hingga ratusan juta rupiah serta menangkap 2 orang tersangka.

Informasi yang diperoleh, dari dalam rumah itu polisi juga menyita barang bukti berupa peralatan pembuatan ekstasi seperti alat press (bais), bahan mentah pembuatan sabu, pewarna, 3 set alat cetak inek (extacy- Red) serta tepung kanji.

Sementara itu pihak Kepolisian sektor Kota Medan Helvetia juga mengamankan dua orang penghuni rumah yakni Marlan (ML) dan Ricky Ariyanti (RA). Saat dikonfirmasi, Kapolsek Helvetia AKP Anggoro Wicaksono menjelaskan, jika penggerebekan home industri pembuatan pil ekstasi ini terungkap setelah tim unit Reskrim Polsek Medan Helvetia melakukan operasi pekat di kawasan depan perumahan Matahari II di Jalan Bakti Luhur, Medan helvetia.

“Terungkapnya kasus ini berawal saat petugas melihat para tersangka saat itu tengah duduk di atas sepeda motor, kemudian petugas yang curiga akan gerak gerik kedua orang itu langsung mendatangi dan memeriksa keduanya,” terang Anggoro di Mapolsekta Helvetia.

Dikatakan Anggoro, pada saat itu dari dalam jok motor yang tengah diduduki Ricky Aryando didapati 1 bungkus rokok dan pipet untuk alat isap sabu dan selanjutnya petugas pun melakukan pengembangan ke rumah tersangka. “Setelah tiba di rumah salah seorang tersangka Marlan, polisi kembali menemukan ratusan butir pil ekstasi berikut peralatan untuk pembuatannya,” Kata Anggoro lagi.

Kepada wartawan tersangka Marlan mengakui jika dirinya baru sebulan mengoperasikan home industri pil haram tersebut dan Marlan juga mengaku dalam proses pembuatan pila ekstasi tersebut belajar dari internet di telpon selularnya.

Sementara untuk mendapatkan bahan baku pil ekstasi tyersebut, dibelinya dari apotik, dimana harga sebutir pil ekstasi ia hargai sebesar Rp 20 ribu.  “Saya belajar dari Internet Hp Bang, kalau bahannya ya dibeli di Apotik,” aku Marlan. Kedua tersangka beserta barang bukti diamankan di RTP Polsek Medan Helvetia. Sampai saat ini,  Kepolisian masih mengembangkan kasus ini dan mencari kemungkinan adanya tersangka baru. (MS)”

Iklan
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s